Kebas

Mereka bilang "seharusnya kamu nangis Ntan" ada pula yang bilang "kalo aku jadi kamu Ntan, aku udah gliyeng ga bisa jalan sekarang"

Yah, mungkin mereka adalah aku, tapi aku yang dulu, saat episode 1 berakhir tiba tiba.

Mungkin baginya yang tidak ada rasa semua terasa baik baik saja. Tapi bagiku yang perasa dan tidak dibalas dengan rasa yang sama lalu ditinggal tanpa aba-aba sudah jelas kacau kan kehidupannya?

Tapi itu aku yang dulu. Lebih baik menurut ku. Semua rasa dienyahkan dengan baik. Hingga tuntas. Tidak ada rasa khawatir setelah itu, aku kembali, menjadi ringan, menjadi bebas. Cukup lama memang untuk ku mendapat rasa bebas itu, dan sulit.

 Dua tahun waktu yang lama untuk membebaskan diri dari "rasa" bukan?

Lalu kau datang menawarkan episode 2 yang lebih baik. Aku, yang pada dasarnya manusia yg optimis, dengan mudah mengiyakan, dan tersadar, rasa yang aku enyahkan kemarin bukan rasa ku kepadamu, ternyata aku hanya menghapus rasa pedih karena kepergian mu saja. Sementara rasa ku padamu? Tetap di sana, setia seperti bara yang bisa menjadi api kapan saja angin berhembus.

Dan angin itu datang.
Beberapa bulan. Kadang kencang, kadang hilang. Tapi seorang optimis seperti ku lagi lagi masih berharap angin itu datang lagi dan lagi.

Lalu kau memutuskan "aku tidak mengijinkan lagi angin itu mengapikan bara mu!"

Aku akan lega jika aku menangis saat itu juga, membaurkan air mata dengan hujan yg sudah biasa menyapaku setiap hari.

Tapi tidak. Aku hanya terduduk di sana. Di ruang kosong dengan 25 pasang meja dan kursi. Menatap kursi kursi kosong itu dengan tatapan yang sama kosongnya. "Nangis Ntan ayo nangis. Kau akan lebih baik setelah menangis" Kataku pada diriku saat itu. Tetapi mataku hanya menatap kosong. Menyadari bibirku yang tertarik sedikit, ke arah samping, seakan berkata "nah kan"

Mengumpulkan semua teman, aku pergi, tertawa terbahak bahak hanya karena hal hal kecil. Disitu aku menyadari, sebenarnya aku bukan menertawakan hal hal kecil itu. Aku menertawakan diriku sendiri.
Bodoh, sepertinya cukup untuk mendeskripsikan aku sekarang bukan.

Apa yang aku rasakan sekarang?
Tidak ada,
Kosong,
Kebas.

-rchynntn, 111218/02:16

Komentar